Dalam dua hari lawatan kami di Biduk-biduk, ada banyak tempat yang sudah kami kunjungi, antara lain ; Teluk Sulaiman, Teluk Sumbang, Pulau Kaniungan, Telaga Biru (Tulung Ni’ Lenggo), Pantai Batu Dua, Sungai Serai sampai Danau Labuan Cermin. Memang ada beberapa tempat yang belum sempat kami kunjungi. Waktu dua hari rasanya terlalu singkat untuk mengunjungi semua tempat-tempat yang indah disana. Bahkan keinginan kami pergi ke Talisayan untuk menyaksikan keberadaan Hiu Paus (Whale Shark) pun belum terwujud. Meski demikian kami sudah sangat senang bisa berkunjung ke Biduk-biduk. Walaupun harus menempuh jarak ratusan kilometer, dengan kondisi jalan yang kurang menguntungkan. Secara keseluruhan kami bahagia. Bahkan sempat terlintas dalam benak kami untuk mengulang perjalanan spesial ini.

Memasuki agenda hari ke-4, sesuai rencana perjalanan kami harus berkemas untuk menempuh perjalanan pulang. Pukul 04.00 Wita kami meninggalkan penginapan. Hujan lebat semalam menyisakan udara dingin menusuk tulang. Kami pacu mobil lamat-lamat karena kondisi jalan yang basah serta gelap. Belum lama meninggalkan Kecamatan Biduk-biduk, langkah perjalanan kami terhenti. Terlihat beberapa orang berkumpul ditengah jalan. Rupanya ada pohon tumbang yang menutup akses jalan. Tanpa komando kami pun turut serta membersihkan ranting-ranting pohon yang menumpuk ditengah jalan.

Seluruh batang pohon sudah berhasil dibersihkan dari badan jalan. Kami pun memacu kendaraan kami kembali. Tak lama berselang salah satu mobil kami menabrak anjing yang sedang melintasi jalan raya. Sekedar informasi, di Kecamatan Biduk-biduk ada banyak sekali anjing yang berkeliaran, usut punya usut, anjing-anjing tersebut tak memiliki tuan. Di desa tertentu di sekitar Biduk-biduk, induk anjing dihargai sangat mahal. Bila kita menabraknya maka kita harus mengganti per-susunya, harga per-susunya dibanderol Rp. 500.000,- maka ketika melintasi jalanan di daerah tersebut harus ekstra hati-hati.

Kami kembali melanjutkan perjalanan, meski sempat terkejut dengan pohon tumbang yang menghadang jalan dan anjing liar yang menyambar bagian depan mobil kami. Kami singgah sejenak di salah satu masjid di desa Tembudan untuk menjalankan ibadah sholat Subuh. Selepas Subuh kami kembali melanjutkan perjalanan. Hujan semalam rupanya menyisakan banyak jejak. Salah satunya banyaknya genangan di jalan kebun kelapa sawit, hingga membuat mobil kami terhenti beberapa kali.

Pukul 09.30 Wita kami sampai di penyeberangan GM, sembari menunggu antrian penyebrangan kami mengisi perut kami yang sudah mulai keroncongan. Tiga puluh menit kemudian akhirnya kapal yang akan mengangkut kami datang juga, kami bergegas menuju kapal besar tersebut. Kapal tersebut bisa memuat sampai 5 mobil, dimana tiap mobil ditarif Rp. 200.000,-.

Lima belas menit kemudian kami sampai di seberang dan kembali melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan kami larut dalam cerita selama berlibur di Biduk-biduk. Tak jarang gelak tawa pun pecah ketika kami mengingat beberapa peristiwa lucu selama berlibur. Sampai di Kaliorang seisi mobil mendadak hening ketika melihat deretan mobil berhenti didepan kami. Rupanya ada jalanan yang rusak sehingga mobil-mobil tersebut tidak bisa melintas. Perjalanan kami terhenti hampir satu jam lamanya, hingga akhirnya jalan yang rusak selesai diperbaiki dan semua mobil bisa melintas.

Pukul 4 sore hari mobil kami masuk ke kota Bontang, senang rasanya akhirnya sampai rumah juga. Ada banyak sekali kesan dan cerita selama 4 hari perjalanan kami menuju Biduk-biduk yang nantinya bisa kami bagikan kepada kerabat dan keluarga. Segala rasa lelah terbayar lunas, dengan pemandangan indah yang memanjakan mata. Subhanallah… betapa indahnya mahakarya Allah yang maha indah. Semoga kami diberikan kesempatan lagi untuk mendatangi tempat-tempat indah lainya dimuka bumi ini. Salam hidup sehat lahir dan bathin. (pp)

Advertisements