Tak terasa sudah masuk hari ketiga, dan hari ini kami berencana pergi ke Labuan Cermin serta beberapa pantai di sepanjang jalan menuju kecamatan Biduk-biduk. Pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan menjalankan ibadah sholat Subuh berjamaah di masjid yang kebetulan lokasinya tak begitu jauh dari tempat kami menginap. Setelah sholat Subuh kami menyantap menu sarapan kami yang sudah disiapkan oleh Ibu pemilik penginapan yang kami sewa. Tak lupa kopi hangat juga disiapkan untuk seluruh tamu, tak terkecuali kami. Sungguh pagi yang indah untuk memulai perjalanan kami hari ini.

Setelah sarapan dan menyiapkan segala perlengkapan, lantas kami pun bergegas menuju beberapa destinasi yang sudah kami rencanakan sebelumnya. Tempat pertama yang kami tuju adalah Sungai Serai, lokasinya tak terlalu jauh dari pintu penyebrangan ke Labuan Cermin. Disana ada pantai pasir putih dan sebuah sungai yang airnya sangat jernih. Sungai tersebut mengalirkan airnya menuju laut.

Setelah puas bermain dan berfoto ria, lantas kami menuju lokasi berikutnya, yakni Tulung Ni’ Lenggo atau sebagian orang menyebutnya Telaga Biru. Waktu tempuh untuk menuju tempat tersebut kurang lebih hampir satu jam dari kecamatan Biduk-biduk, tepatnya di desa Tembudan, kecamatan Batu Putih. Saat itu memang bukan hari libur, jadi tempat wisata tersebut sepi dari pengunjung. Untuk masuk ke tempat wisata tersebut kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 3.000,-/orang.

Air Telaga Biru tersebut sangat jernih, maka tak heran bila sebagian orang menyebut Telaga tersebut sebagai kembaran Labuan Cermin, hanya saja berbeda dengan Labuan Cermin yang airnya terdiri dari dua rasa, asin dan tawar. Air di Telaga Biru ini seluruhnya air tawar. Air telaga tersebut juga disalurkan ke rumah-rumah warga dengan sebuah pompa yang cukup besar. Menurut penjaga Telaga tersebut, biasanya tempat eksotis tersebut selalu dibanjiri wisatawan, utamanya pada musim liburan.

Sinar matahari semakin terik, pertanda kami harus melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata berikutnya, yakni Labuan Cermin. Untuk menuju danau Labuan Cermin kami harus menyebrang terlebih dahulu dengan sebuah perahu. Tarif penyebrangan adalah Rp. 27.000,-/orang. Waktu tempuh dari penyebrangan sampai tiba di danau Labuan Cermin hanya sekitar 5 menit saja.

Beruntunglah kami yang datang ke tempat tersebut bukan pada musim liburan. Bila musim liburan, danau tersebut selalu dipenuhi pengunjung, sehingga pasti kami tidak dapat menikmati danau indah tersebut dengan leluasa. Saat kami datang hanya ada beberapa pengunjung saja, setelah mereka pulang, otomatis danau tersebut seperti milik kami sendiri, karena hanya rombongan kami yang ada disana saat itu.

Danau Labuan Cermin adalah sebuah danau dengan dua rasa, tawar disisi atasnya, sedang asin pada bagian dasar danau. Airnya yang super duper jernih bak cermin membuat pengunjung bisa melihat dasar danau tersebut, serta ikan-ikan yang hilir-mudik didalamnya. Sebuah Mahakarya sang Mahakuasa yang sangat dahsyat, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahuakbar. Dan seketika keangkuhan dalam dada pun luluh. Maka benar apa yang tertuang dalam QS. Al-Furon ayat 53.

Setelah puas berenang di danau ajaib tersebut, kami melanjutkan perjalanan ke pantai Batu Dua. Lokasinya tak terlalu jauh dari penyebrangan ke Labuan Cermin. Terdapat dua buah batu besar di dekat bibir pantai, mungkin hal tersebutlah yang menyebabkan pantai tersebut diberi nama, pantai Batu Dua. Pasirnya yang bersih dengan ombak yang tak terlalu kencang, membuat pantai ini cocok untuk bermain pasir dan juga berenang.

Tak terasa senja pun menjelang, kami lalu bergegas untuk kembali ke penginapan untuk mandi dan bersiap-siap menjalankan ibadah sholat Maghrib. Selepas menjalankan ibadah sholat Maghrib, kami kembali mencoba menu ikan bakar yang dijual oleh salah satu kedai sea food. Di Biduk-biduk harga ikan jauh lebih murah dibandingkan di kota kami, maka kami pun mencoba menu ikan bakar sepuasnya.

Setelah perut terisi, mata pun mulai redup. Tubuh terasa lelah setelah seharian menghabiskan waktu berenang di beberapa tempat. Kami pun kembali ke penginapan untuk beristirahat. Kami harus istirahat lebih awal, karena esok hari kami berencana berangkat pada pukul 04.00 wita untuk memulai perjalanan pulang menuju rumah. (bersambung)

Advertisements