Adzan Subuh menggema, memecah malam menyambut datangnya pagi. Kami bergegas menuju masjid terdekat untuk menunaikan ibadah sholat Subuh. Di kecamatan Biduk-biduk mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga tak sulit mencari lokasi masjid disana. Setelah selesai menjalankan kewajiban ibadah sholat Subuh kami kembali ke penginapan, kemudian mempersiapkan segala perlengkapan untuk agenda hari itu.

Sebelum berangkat kami menyantap sarapan pagi yakni sepiring nasi goreng dan ditutup secangkir kopi manis. Setelah itu kami bersiap bergegas menuju mobil untuk memulai rangkaian kegiatan hari itu. Pukul 07.50 wita kami sampai di Teluk Sulaiman. Kami memarkir mobil disana lalu menuju kapal untuk berangkat ke tujuan awal perjalanan kami yakni ke Teluk Sumbang. Kami sengaja menempuh perjalan terjauh dulu agar nanti dapat menempuh seluruh pulau tujuan satu per satu sembari menuju perjalanan pulang ke Teluk Sulaiman. Rencananya kami akan menempuh rute perjalan sebagai berikut ; Teluk Sulaiman – Teluk Sumbang – Air Terjun Bidadari – Pulau Sigending – Pulau Batu Berdiri – Pulau Kaniungan Besar – Teluk Sulaiman.

Setelah menempuh perjalanan satu jam lamanya, akhirnya kapal kami bersandar di Teluk Sumbang. Demi efisiensi waktu kami memilih menyewa mobil pick up untuk mengantar kami menuju Air Terjun Bidadari meski kami harus merogoh kocek tambahan sebesar 250 ribu rupiah ditambah ongkos guide 50 ribu rupiah. Meskipun sudah menyewa mobil pick up, rupanya kami masih harus berjalan kaki untuk menuju lokasi air terjun. Kami menyusuri hutan dengan medan yang menanjak dan menurun, ditambah tanah yang basah setelah diguyur hujan semalam, membuat kami harus ekstra hati-hati agar tidak terpeleset.

Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam lamanya, akhirnya kami sampai di lokasi air terjun. Subhanallah, terbayar segala rasa lelah, setelah melihat betapa indahnya panorama alam yang tersaji. Air terjun yang masih alami dengan airnya yang kehijauan membuat tubuh kami kembali segar. Tanpa ragu kami pun langsung berenang dan menikmati segarnya mata air alami dari hutan yang masih terawat. Setelah puas berenang kami memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan.

Sehati Biduk-biduk 13 Sehati Biduk-biduk 14

Sepulang dari air terjun perut kami mulai berdendang, tak terasa ternyata hari mulai terik. Pukul 13.00 wita kami meninggalkan Teluk Sumbang dan melanjutkan perjalanan menuju destinasi berikutnya. Ditengah perjalanan rintik-rintik hujan turun dan terlihat gelombang air semakin besar. Hal tersebut membuat kami gagal bersandar ke Pulau Sigending dan pantai Batu Berdiri. Lantas kami langsung menuju pulau Kaniungan Besar untuk santap siang sekaligus ber-snorkeling ria menikmati keindahan bawah laut pulau tersebut.

Setelah 30 menit berlalu, kami sampai di pulau Kaniungan Besar. Ketika mendekat ke pulau tersebut, terlihat banyak Penyu hijau berenang dibawah kapal kami, sontak suasana menjadi riuh oleh sorakan seisi kapal. Dan yang paling mengejutkan kami melihat 2 ekor ikan Duyung yang berenang menjauhi kapal kami, setelah kami kira sebelumnya batang pohon yang tenggelam. Sayang sekali kami gagal mengabadikan moment langka tersebut, karena ikan-ikan tersebut segera menjauh setelah mengetahui kedatangan kami.

Sesampainya kami di pulau Kaniungan Besar, kami sholat Dzuhur terlebih dahulu lalu dilanjutkan dengan menikmati santap siang. Setelah menunaikan hak perut, kami lalu kembali ke laut untuk menikmati pemandangan bawah laut pulau Kaniungan Besar. Gugusan karang dan ikan-ikan kecil yang hilir-mudik sungguh membuat kami terhibur. Pemandangan seperti ini memang sulit didapatkan di perairan lain, pasalnya saat ini banyak sekali terumbu karang yang rusak akibat ulah manusia. Semoga dengan melihat keindahan gugusan karang tersebut membuat kami semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam, salah satunya dengan turut menjaga keindahan gugusan terumbu karang dengan tidak merusaknya dengan cara apapun.

Puas ber-snorkeling ria kami pun bersih-bersih badan dan bersiap kembali ke penginapan mengingat hari sudah sore. Pukul 17.15 wita kami meninggalkan pulau Kaniungan Besar menuju Teluk Sulaiman. 23 menit berlalu kami pun sampai di Teluk Sulaiman. Hari semakin gelap, kami pun langsung bergegas kembali ke penginapan. Perjalanan hari itu memang sungguh berkesan, meski kami gagal berlabuh di pulau Sigending dan pantai Batu Berdiri. Semoga di lain kesempatan kami bisa berkunjung disana, aamiin.

Sehati Biduk-biduk 15 Sehati Biduk-biduk 16

 

Malam hari setelah menjalankan indah sholat Isya, kami mencari makan malam. Pengenya cari menu makanan yang khas Biduk-biduk. Kami mencari warung yang menjual seafood, disana kami mendapati sajian menu seafood yang baru kami temui, yakni ikan bakar jence. Namanya masih asing di telinga kami, hal tersebut juga yang akhirnya membuat kami memesan menu tersebut. Kata penjualnya ikan bakar jence dibuat dengan memberikan bumbu dalam ikan sebelum dibakar, lalu nanti akan diolesi dengan bumbu lain, jadi rasa bumbunya sangat terasa. Satu kesan kami tentang menu tersebut, enak.

Perut kenyang, tubuh lelah, lalu mata pun mulai meredup. Kami kembali ke penginapan untuk beristirahat. Karena besok pagi masih ada agenda berikutnya yang menuntuk kebugaran tubuh dan membutuhkan energi yang besar. Kami membayangkan perjalanan besok pasti sangat berkesan dan menyenangkan. (bersambung)

Advertisements