Setelah dulu sempat tertunda akibat keterbatasan waktu, rencana kami untuk rihlah ke Biduk-biduk akhirnya menjadi kenyataan. Setelah berembuk dan mempertimbangkan segala hal akhirnya kami memutuskan untuk berangkat ke Biduk-biduk pada tanggal 4 s.d 7 Februari 2017. Jujur, awalnya kami sempat ragu apakah tetap berangkat meski saat itu sedang musim hujan, atau justru menundanya hingga musim hujan berlalu. Seperti yang diketahui khalayak, bahwa akses jalan menuju Biduk-biduk masih belum ramah bagi pelancong yang menempuh rute jalur darat. Karena sebagian jalan masih belum diaspal atau belum mengalami fase semenisasi, sehingga wajar bila musim hujan jalanan akan sulit sekali dilewati. Selain becek beberapa kontur jalan juga masih berlubang sana-sini, tak jarang kedalaman lubangnya sukses membuat kendaraan yang melintas terjebak di lubang dan sulit untuk keluar, hal tersebutlah yang menjadi momok bagi para pelancong, tidak terkecuali kami.

Dengan tekad yang kuat akhirnya kami memutuskan untuk tetap berangkat, meski bayangan-bayangan akan kondisi jalan yang kurang baik terus membayangi. Kami sepakat untuk memulai perjalanan pada malam hari, alasanya tak lain dan tak bukan adalah untuk efisiensi waktu, mengingat cuti kami tidak panjang sehingga harus mengoptimalkan waktu dengan sebaik-baiknya.

Kami menyusun agenda serta tempat-tempat yang akan kami kunjungi selama di Biduk-biduk nanti, kabarnya ada banyak sekali tempat yang indah untuk dikunjungi. Mengingat waktu kami tak lama maka kami memutuskan untuk mengunjungi beberapa tempat saja yang terbilang punya pesona yang lebih dari tempat yang lainya, diantaranya ; Danau Labuan Cermin, Tulung Ni’ Lenggo, Teluk Sulaiman, Teluk Sumbang, Pulau Kaniungan Besar dan kecil, Pulau Sigending, Pantai Batu Berdiri, Air Terjun Bidadari dan Sungai Serai. Meski sebenarnya masih banyak tempat yang menarik lainya yang bisa dikunjungi, tetapi kami mencoba untuk realistis, mengingat waktu kami tak lama dan juga kebugaran fisik kami setelah menempuh perjalanan yang panjang.

Sehati Biduk-biduk 01 Sehati Biduk-biduk 02

Sabtu dini hari pukul 01.00 Wita kami memulai perjalanan dari kota Bontang. Dalam bayangan kami perjalanan malam akan lebih mudah, sebab jalanan akan lengang dan kami dapat memacu kendaraan dengan aman. Tetapi kondisinya justru terbalik, banyak kendaraan yang justru lalu lalang pada tengah malam, sehingga memaksa kami untuk lebih berhati-hati dalam mengendarai mobil yang kami bawa.

Kota demi kota pun kami lewati, hingga akhirnya kami memutuskan untuk istirahat sholat Subuh di masjid At-Takwa di kecamatan Kaliorang, Kutai Timur pada pukul 05.00 Wita. Selepas sholat subuh berjamaah kami melanjutkan perjalanan hingga sampai di penyebrangan GM (Gani Mulya) di desa Pangadan pada pukul 06.00 wita. Kami istirahat sejenak sebelum menyebrang untuk sekedar menyantap sarapan pagi untuk mengembalikan stamina setelah beberapa jam berada dalam kendaraan.

Sehati Biduk-biduk 03 Sehati Biduk-biduk 04

Pukul 09.00 Wita kami menyebrang dengan kapal besar yang memuat hingga 6 mobil sekali jalan, tarif yang dipatok pengelola adalah Rp. 200.000,- / mobil. Selang 15 menit kemudian kami sudah sampai diujung jalur penyeberangan. Kami melanjutkan perjalanan kami dengan kecepatan rendah, mengingat jalan yang dilalui masih belum mengalami semenisasi alias masih jalan tanah dengan taburan batu-batu yang telah diratakan pada jalan tersebut.

Sepanjang perjalanan kami melintasi kebun kelapa sawit kurang lebih setelah 50 km atau sekitar 2,5 jam kami keluar dari kawasan kebun kelapa sawit dan akhirnya dapat melintasi jalan yang sudah diaspal. Pukul 13.00 Wita kami sampai di Lenggo dan kembali memutuskan untuk istirahat sholat Dzuhur dan dilanjutkan dengan makan siang untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan. Kami kembali melanjutkan perjalanan pukul 14.30 Wita, kondisi jalan yang bagus setidaknya mampu membuat laju kendaraan kami meningkat dan tepat pukul 16.00 Wita kami sampai di kecamatan Biduk-biduk, kami segera mencari penginapan, dan setelah mendapatkan penginapan lalu kami memutuskan untuk beristirahat sebelum memulai menjelajahi tempat-tempat eksotis di Biduk-biduk esok hari.

Sehati Biduk-biduk 05 Sehati Biduk-biduk 06

(Bersambung)

Advertisements