Adzan subuh berkumandang merdu, menggema syahdu menyeruak ke penjuru Pulau Derawan, kami bersiap menuju masjid di pulau itu untuk menunaikan ibadah sholat subuh. Angin khas pesisir menyapa tubuh kami , dingin menyejukan kalbu, hehehe… usai menjalankan sholat subuh kami kembali ke penginapan untuk mandi dan bersiap menyantap sarapan pagi yang sudah disediakan penginapan kami. Usai menyantap makan pagi lalu kami berkemas menyiapkan peralatan dan bekal untuk mengunjungi 3 pulau di dekat pulau Derawan yaitu pulau Maratua, pulau Kakaban dan pulau Sangalaki.

Tepat pukul 08.00 lalu kami berangkat menuju dermaga untuk kemudian menuju pulau pertama yakni pulau Maratua. Speed boat yang kami tumpangi melaju dengan pasti, saying saat itu ombak sedang kurang bersahabat karena kondisi angin kencang maka gelombang air laut pun berkali-kali mengguncang speed boat yang kami tumpangi namun sesekali kondisi itu terobati ketika kami melihat ikan-ikan kecil yang terbang melayang sesaat di udara ketika speed boat kami melaju di dekat mereka, yup! Biasa orang menyebutnya ikan terbang yang nama aslinya adalah ikan Torani atau Exocoetidae.

Kondisi gelombang yang kurang bersahabat membuat kami makin tak sabar untuk segera sampai di Pulau tujuan kami, namun laju speed boat kami menjadi terbatas akibat kondisi tersebut. Hampir satu jam berlalu namun kami belum sampai juga di pulau tujuan kami yang pertama, setelah beberapa menit berselang akhirnya kami sampai juga di pulau Maratua, huaahhh…. Lega rasanya, satu jam lima belas menit terombang-ambing diatas speed boat membuat perut mual juga namun kondisi itu seketika hilang ketika kami menginjak pulau yang eksotis.

Kami memilih berhenti di salah satu resort di pulau Maratua dan untuk setiap pengunjung diwajibkan membayar 30 ribu untuk masuk ke resort itu namun bila speed boat berhenti di pantai dekat kawasan penduduk maka tidak dikenakan biaya. Di resort tersebut disediakan kamar bagi yang mau menginap dengan kisaran biaya 400 ribuan per-orang dan disekeliling resort tersebut kita bisa melakukan aktivitas snorkeling ataupun diving karena banyak spot yang indah dengan pesona terumbu karang dan ikan-ikan cantik di dalamnya.

Pulau Derawan 10 Pulau Derawan 11

Setelah puas berenang dan snorkeling di pulau Maratua lalu kami melanjutkan perjalanan ke pulau selanjutnya yakni pulau Kakaban. Waktu menunjukan pukul 10.30 ketika kami memutuskan untuk berangkan ke pulau Kakaban. Masih dengan kondisi gelombang air laut yang sama speed boat yang kami tumpangi sesekali harus berhenti untuk menghindari ombak yang besar bahkan sempat beberapa kali air laut naik dan mengguyur tubuh kami, sebuah pengalaman yang seru sekaligus mendebarkan, takut juga kalau sampai speed boat kami terbalik tapi Alhamdulillah perjalanan aman sampai tempat tujuan.

Satu jam berlalu dan kami pun sampai di pulau Kakaban, kondisi air laut yang sedang surut memaksa speed boat harus sandar jauh dari bibir pantai. Satu per satu dari kami pun naik ke atas jembatan kayu lalu menuju loket masuk pulau tersebut. Setiap pengunjung yang datang ke pulau tersebut dikenakan biaya 20 ribu per-orang. Sebenarnya tujuan kami datang ke pulau Kakaban adalah bukan untuk melihat terumbu karang melainkan untuk melihat eksotisme pulau ini yang dikenal dengan spesies ubur-ubur nya yang tidak menyengat.

Kami takjub melihat keindahan pulau Kakaban karena diantara baru karang yang super keras tumbuh berbagai jenis pohon khas yang membuat tempat tersebut seperti bukan ada di sebuah pulau ditengah lautan namun seperti hutan belantara di daratan. Saking banyaknya karang-karang tajam sampai-sampai pengelola wisata tersebut membuat jembatan dari kayu ulin untuk menghubungkan jalur pengunjung ke danau ubur-ubur. Layaknya tempat wisata pada umumnya di kawasan tersebut juga disediakan toilet bagi pengunjung.

Kami pun menyiapkan peralatan untuk berenang sekaligus snorkeling di danau tersebut, airnya jernih berwarna kehijauan dan begitu kepala kami melihat ke dalam air subhanallah begitu banyak ubur-ubur yang sedang berlalu lalang di antara tubuh kami, untungnya ga menyengat jadi kami tak perlu khawatir. Sesekali kami mencoba memegang ubur-ubur tersebut dan mengabadikan moment spesial tersebut.

Oia sekedar info aja di danau tersebut terdapat 4 jenis ubur-ubur yakni Aurelia Aurita, Tripedalia Cystophora, Martigias Papua dan Cassiopea Ornata. Diantara 4 jenis ubur-ubur tersebut ada satu ubur-ubur yang berenang secara terbalik yaitu Cassiopea Ornata konon kenapa ia bererang terbalik karena tubuhnya ditempeli alga sehingga pada saat ia terbalik alga-alga tersebut dapat melakukan fotosintesis, makin takjub deh, subhanallah….

Puas berenang di danau ubur-ubur lantas kami melanjutkan tour kami ke pulau selanjutnya yakni pulau Sangalaki. Lagi-lagi kami harus berjuang melawan gelombang air laut yang masih kurang bersahabat, puncaknya saat kami harus kembali ke speed boat, derasnya gelombang saat itu sukses membuat kami kesulitan untuk naik ke speed boat tapi Alhamdulillah beberapa saat berselang kami semua bisa naik ke speed boat dan dapat melanjutkan perjalanan ke pulau Sangalaki.

Tak butuh waktu lama, 45 menit berlalu kami pun sampai di pulau Sangalaki. Sayang seribu sayang kondisi air laut yang sedang surut membuat kami tak bisa naik ke atas pulau namun kami tak sedih karena ternyata sudah begitu banyak pengunjung yang sedang snorkeling diantara puluhan ikan pari manta, wow… sungguh menakjubkan. Ini akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi kami, berenang diantara puluhan ikan pari manta. Namun jujur ada sedikit ketakutan di benak kami karena setahu kami ekor ikan pari itu berbahaya jadi musti tetap berhati-hati.

Pulau Derawan 12 Pulau Derawan 13

45 menit berenang diantara puluhan ikan pari manta itu sungguh pengalaman yang sangat berharga dan takkan terlupakan, mesti tak terlalu lama di pulau tersebut namun kami cukup puas karena tiba di waktu yang tepat sayangnya hari sudah menjelang sore dan kami harus kembali ke pulau Derawan disisi lain tubuh kami juga mulai kesakitan karena disengat ubur-ubur yang membuat kami tak bisa berlama-lama diatas air.

Butuh waktu 1 jam 15 menit untuk sampai ke pulau Derawan masih dengan kondisi gelombang air laut yang sama, hehehe… Alhamdulillah perjalanan lancar dan tepat pukul 15.30 kami sampai di pulau Derawan. Sore itu kami berniat langsung melanjutkan perjalanan ke kota Berau dengan harapan besok paginya bisa singgah ke Labuan Cermin di Kecamatan Biduk-biduk.

Pukul 18.00 kami meninggalkan pulau Derawan dan sampai di dermaga Tanjung Batu pukul 18.30 lalu kami melanjutkan perjalanan ke kota Berau. Kami istirahat sejenak di perjalanan untuk menunaikan ibadah sholat Maghrib lalu kembali melanjutkan perjalanan. Kondisi penerangan jalan yang minim membuat laju kendaraan kami melambat, karena selain gelap kondisi jalan yang tak terlalu mulus karena lubang jalan disana-sini juga menjadi faktor kami tak bisa memacu kendaraan dengan cepat.

Pukul 22.00 kami sampai di kota Berau lantas kami mencari penginapan untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan esok harinya. Kami mendapatkan penginapan yang cukup murah yakni 100 ribu per kamar. Hari semakin larut dan tubuh pun semakin lelah karena seharian penuh dengan aktivitas yang menguras tenaga. Saatnya istirahat dan melanjutkan perjalanan esok hari. (pp)

Bersambung….

Advertisements