Pagi-pagi sekali kami sudah terbangun dan bersiap melanjutkan perjalanan ke Pulau Derawan, ada cerita lucu saat kami hendak istirahat malam hari tadi setelah menempuh perjalanan yang panjang, mendadak beberapa kawan kami sakit perut lantaran sore harinya menyantap sambal super duper pedas di rumah makan sebelah jembatan sungai lenggo, hehehe… maka terjadilah drama perebutan wc, ops!!!! Saran aja buat kawan-kawan yang sedang perjalanan jauh lebih baik berhati-hati memilih makanan, salah-salah bahaya diare bisa mengancam.

Sekedar informasi saja untuk penginapan di Berau sebenarnya tak terlalu mahal, sahabat bisa menemukan aneka penginapan dengan harga beragam mulai 100 ribu-an sampai harga jutaan, tinggal menyesuaikan dengan budget aja. Tak sulit menemukan penginapan atau guest house di kota Berau karena memang sering jadi destinasi wisata makanya banyak bertebaran penginapan disana.

Pukul 06.00 pagi kami check out lalu bersiap menuju pulau Derawan, sebelumnya kami singgah di salah satu warung untuk mengisi amunisi dulu, hehehe… Lezatnya nasi kuning lauk suiran daging sapi ditemani segelas teh hangat seolah mampu menyuntikan tenaga super ke tubuh kami. Setelah selesai sarapan lantas kami melanjutkan perjalanan, sebelumnya kami kesulitan mencari bensin karena pagi itu semua SPBU masih tutup dan penjual bensin eceran baru beberapa yang membuka lapaknya dan kebanyakan kehabisan stok, tapi Alhamdulillah kami menemukan penjual bensin eceran yang memiliki stok bensin yang banyak. Setelah mendapatkan bahan bakar yang cukup lalu kami melanjutkan perjalanan menuju Tanjung Batu.

Pulau Derawan 05 Pulau Derawan 06

Tepat pukul 08.00 mobil kami melaju menuju kampung Tanjung Batu, karena untuk mencapai Pulau Derawan kita harus menyebrang melalui dermaga di Tanjung Batu. Jalan menuju Tanjung Batu dari Berau tak selalu mulus karena ada beberapa bagian jalan yang rusak dan berlubang jadi kita harus lebih waspada mengendarai kendaraan kita.

Dua setengah jam berlalu sampai juga kami di kampung Tanjung Batu lantas kami menuju dermaga untuk bersiap-siap menyebrang ke Pulau Derawan menggunakan speed boat. Sampai di dermaga kami menitipkan mobil di dermaga lalu mencari speed boat untuk menyebrang. Info lagi nih kemarin kami mengambil paket untuk sewa speed boat, untuk 2 speed boat yang mengantar kami ke Pulau Derawan – dermaga Tanjung Batu PP, tour ke Pulau Gusung, Pulau Maratua, Pulau Kakaban & Pulau Sangalaki kami harus membayar 3,5 juta, mungkin bisa lebih murah jika sahabat pandai menawar, hehehe…

Hampir 1 jam berada diatas speed boat akhirnya sampai juga kami di Pulau Derawan, sungguh menakjubkan, air lautnya hijau dan sangat bersih hingga ikan-ikan didalam air dapat dilihat dari atas permukaan air. Selanjutnya kami mencari penginapan, di Pulau Derawan terdapat banyak penginapan mulai harga 100 ribu sampai 1,2 juta, hehehe… lagi-lagi tergantung selera sahabat mau pilih yang mana.

Kami mendapatkan penginapan yang cukup murah tapi ga murahan loh, ukuran kamar dan fasilitasnya cukup bagus kok. Selepas ishoma lalu kami bersiap snorkeling ke Pulau Gusung. Pukul 14.00 kami berangkat ke Pulau Gusung dari Pulau Derawan tak sampai 10 menit kami sudah sampai ke Pulau Gusung dengan menggunakan speed boat.

Sampai di Pulau Gusung kami langsung berenang dan snorkeling meski arus air siang itu lumayan deras, indahnya pemandangan bawah laut di Pulau itu seolah membuat kami lupa panasnya cuaca siang itu. Pulau Gusung mirip seperti Pulau Segajah di Bontang karena hanya terlihat saat air laut surut saja karena begitu air laut pasang maka Pulau tersebut akan hilang, jadi saat yang tepat menuju ke Pulau tersebut adalah siang hari sekitar pukul 14.00 s.d 15.00 siang.

Puas bermain di Pulau Gusung kami kembali ke penginapan, untuk mandi sore dan bersiap gowesan mengelilingi Pulau Derawan. Buat sahabat yang tidak membawa peralatan snorkeling ga usah khawatir karena di pulau tersebut banyak tempat penyewaan peralatan snorkeling, untuk kacamata snorkeling disewakan 25 ribu/hari namun bila lengkap dengan kaki katak nya biayanya menjadi 50 ribu/hari sedang untuk biaya sewa sepeda mulai 20 ribu/jam bahkan bisa sampai 3 jam lagi-lagi kalau sahabat jago menego, hehehe…

Setelah mandi sore kami lantas menyewa sepeda lalu bersepeda mengelilingi pulau, kami singgah sejenak di salah satu resort untuk melihat penyu berenang, disana sangat mudah kita melihat sekumpulan penyu berlalu-lalang, tak perlu alat khusus untuk melihatnya karena kita bisa melihatnya dengan mata telanjang karena kondisi air lautnya yang sangat jernih, sungguh menakjubkan, Subhanallah…

Kumandang adzan maghrib pun berkumandang lalu kami bergegas menuju masjid di Pulau tersebut untuk menunaikan ibadah sholat maghrib, lalu kami melanjutkan acara berkeliling pulau dengan sepeda yang kami sewa tadi. Hari yang mulai gelap ditambah penerangan jalan yang kurang pun tak menyurutkan niat kami untuk terus berupaya mengelilingi pulau, sampai pada akhirnya kami memasuki sebuah gapura yang ternyata bertuliskan “Kuburan Muslim” sontak kami kaget dan barisan kocar-kacir, gelak tawa pun pecah seketika, hahaha….

Kami tak melanjutkan misi berkeliling pulau dengan sepeda bukan karena ketakutan loh tapi karena waktu untuk melepas tukik sudah tiba, yup! Tepat pukul 21.00 kami menuju ke sebuah lokasi pantai dekat resort di Pulau Derawan, awalnya kami hanya ingin melepas tukik (anak penyu) ke laut lepas tapi ditengah perjalanan kami menemui seekor induk penyu sedang bersiap menggali pasir pantai untuk bertelur, sembari menunggu induk penyu siap mengeluarkan telur-telurnya kami lantas menuju lokasi pelepasan tukik.

Pulau Derawan 07 Pulau Derawan 08

Saat kami tiba di lokasi pelepasan puluhan tukik tengah dimulai dan kami mencoba mengambil beberapa tukik untuk selanjutnya kami lepaskan ke laut. Karena kondisi pantai yang gelap kami harus berhati-hati agar kaki kami tidak menginjak tukik yang merangkak ke laut, kami hanya menggunakan penerangan seadanya karena jika terlalu banyak cahaya di pantai maka tukik-tukik tersebut akan kembali ke pantai karena mereka terbiasa mengikuti arah cahaya terang berasal.

Selesai melepas tukik kami kembali ke induk penyu yang sedang akan mengeluarkan telur-telurnya yang nantinya akan ditimbun pasir pantai, benar saja sampai di lokasi induk penyu berada rupanya sudah banyak tourist yang berkumpul yang juga ingin menyaksikan peristiwa langka tersebut. Sungguh mengharukan melihat perjuangan induk penyu mengeluarkan telur-telurnya yang jumlahnya puluhan bahkan mencapai ratusan tersebut. Sesekali Nampak air mata keluar dari mata induk penyu, mungkin suasana tersebut bisa diambil hikmah dan pelajaran bagaimana perjuangan seorang ibu melahirkan anak-anaknya sungguh penuh pengorbanan, jadi hormati ibu kita ya…

Hampir satu jam berlalu dan induk penyu pun telah selesai mengeluarkan seluruh telurnya lalu ia menguburnya dengan pasir pantai sampai pada saatnya nanti akan lahir tukik-tukik lucu dari dalam pasir. Sungguh pengalaman yang luar biasa, kami sangat beruntung bisa melepas tukik sekaligus bisa menyaksikan induk penyu bertelur sebab tak setiap hari pemandangan tersebut bisa dijumpai.

Kami pun meninggalkan lokasi tersebut dan mencari santap malam dan menu yang kami pilih adalah menu khas di pulau tersebut. Perut kenyang dan matapun mulai sayu, hehehe… bantal dan guling sudah memanggil, artinya kami harus kembali ke penginapan dan beristirahat sebab besok pagi tour 3 pulau sudah menanti. Sampai jumpa besok ya… (pp)

Bersambung….

Advertisements