Assalamualaikum Wr. Wb.

Sahabat, seperti kata lagu bahwa hidup ini penuh dengan liku-liku, kadang sedih lalu kemudian bahagia dan sebaliknya. Alur ceritanya tak tertebak dan penuh dengan misteri.

Namun jika kita mampu memahami hakikat hidup di dunia ini insya Allah kita akan mampu menikmati hidup di dunia ini penuh dengan rasa syukur dan bahagia.

Ada 3 renungan di dunia jika kita mampu memahaminya Insya Allah kita akan mendapatkan kebahagiaan di dunia ini, yaitu :

1. Kita tidak akan pernah bisa selamat dari omongan manusia meskipun kita telah melakukan hal terbaik dalam hidup kita

Contoh saja Rosulullah, kurang apa beliau, tapi lihatlah begitu banyak orang yang tidak suka pada beliau, apalagi diri kita ini yang banyak salah dan dosanya.

fokus saja untuk melakukan semua hal yang terbaik yang bisa kita lakukan karena jika kita selalu mendengarkan omongan (buruk) orang lain maka kita tak akan pernah merasa tenang dan bahagia, tetaplah fokus pada tujuan hidup kita yakni mendapatkan ridho dari Allah SWT.

2. Tidak ada ketenangan di dunia ini

Mulai lahir sampai ajal menjelang hari-hari kita akan selalu lekat dengan masalah, karena hidup dan masalah akan selalu seiring dan sejalan, maka memahami hal ini sangat penting agar kita bisa menikmati hidup dengan penuh rasa syukur dan bahagia. Bagi orang beriman saat untuk menikmati ketenangan bukan di dunia ini, tapi ketenangan itu akan ia dapat tatkala ia meninggalkan dunia ini, tepatnya saat pertama kali ia menginjakan kakinya di Surga.

3. Kita tidak akan mungkin selamat dari kematian karena sejatinya setiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian

Permasalahanya bukanlah kematian itu sendiri tapi apa yang kita dapatkan setelah kematian itu??? Karena kita yakin kita akan mati seharusnya kita menyiapkan bekal untuk hidup setelah kematian  agar kita mendapatkan kebahagiaan setelah kematian kita nanti.

Insya Allah jika kita memahami tiga renungan diatas kita akan bisa menikmati hidup di dunia ini dengan penuh kebahagiaan.

Sekian semoga bermanfaat, salam hidup sehat lahir dan bathin. (pp)

Tausiyah oleh : Ustadz Abdullah S. Hadrami

Advertisements