Sabtu, 01 Agustus 2015

Sejak waktu subuh berlalu, langit masih tampak gelap dan sepertinya hujan akan turun. Kami sejenak hiraukan kondisi tersebut karena kami mempunyai agenda mengunjungi salah satu tempat yang tergolong jarang dikunjungi wisatawan lokal atau dari luar kota, yap! Tempat itu bernama Teluk Kaba.

Konon lokasi tersebut sering dikunjungi anak-anak pramuka atau pecinta alam untuk camping atau sekedar gathering. Kebetulan dari rombongan tak satupun yang tau persis arah menuju lokasi tersebut karena memang dari belum pernah ada yang ke tempat tersebut.

Dengan sedikit modal nekat kami pun berangkat, Teluk Kaba berada di kawasan Desa Kandolo Kutai Timur, perjalanan dari Kota Bontang sampai dengan pintu masuk ke Teluk Kaba memakan waktu kurang lebih 45 menit dan perlu waktu sekitar 10 menit untuk sampai ke lokasi lautnya, sayangnya jalan masuk dari perbatasan jalan raya Bontang-Sangatta  menuju lokasi masih belum di aspal atau di cor sehingga kalau hujan turun jalanan menjadi becek dan licin.

Sampai disana kami masuk ke sebuah perkampungan kecil dimana penduduk setempat berprofesi sebagai petani rumput laut, dari hasil bincang-bincang dengan penduduk setempat mereka biasa memanen rumput laut setiap 2 bulan sekali dengan kisaran total 2 ton rumput laut sekali panen, mereka biasanya menjual rumput laut dalam kondisi kering karena harga jualnya jauh lebih tinggi, sebagai informasi saja biasa rumput laut yang masih basah dijual Rp. 1.500,- per Kg nya sedang kalau kering dujual Rp. 8.500,- per Kg, buat yang mau jual produk rumput laut mungkin bisa langsung kesana tentunya dengan pertimbangan harga yang jauh lebih murah dari harga rumput laut di pasaran.

Untuk mencapai lokasi pantai dan hutan bakau kami harus menyewa perahu, harga sewa perahu biasa di banderol sekitar 100 sampai 150 ribu dengan kapasitas maksimal 10 penumpang. Waktu yang diperlukan untuk menyeberang sekitar 7 sampai 10 menit.

Sesampainya disana kami disuguhi pemandangan yang menakjubkan, hamparan pasir pantai putih yang luas dan rimbunya hutan bakau. Konon kata penduduk setempat kita masih dapat menjumpai rusa ketika air surut dan biasanya rusa-rusa itu keluar pada sore hari. Di lokasi tersebut terdapat lokasi dimana air sungai dari kawasan hutan lindung bermuara ke laut dan menurut cerita juga di lokasi tersebut masih banyak buaya nya, hehehe… hati-hati ya kawan.

Puas menikmati keindahan pantai Teluk Kaba kami pun kembali ke kawasan pemukiman penduduk dengan menggunakan perahu kecil lalu kami bersiap-siap kembali ke rumah masing-masing, sungguh perjalanan yang menyenangkan, hamparan pemandangan yang menakjubkan tersebut sejenak dapat menghilangkan penat, harapan kami semoga kawasan tersebut akan tetap lestari. Kalau bukan kita yang menjaga lalu siapa lagi?

Salam hidup sehat lahir dan bathin. (pp)

Advertisements