Apa kabar teman Sehati? Semoga sehat senantiasa ya…

Apakah judul diatas yang berhasil membawa kalian sampai kesini??? Hehehe…. Judulnya emang rada horor, sekilas seperti kisah asmara antara dua insan gitu kan? Padahal nggak ada hubunganya dengan kisah-kasih muda-mudi apalagi di sekolah, so jangan baper ya, hehehe…

Balik ke laptop yak, mungkin sebagian besar dari kita kini telah tinggal di rumah yang lebih bagus dari rumah kita yang dulu, atau mungkin masih ada yang tinggal dirumah yang lama namun sudah direnovasi atau sudah ada bagian-bagian perabot rumah yang sudah diganti atau berubah.

Tapi sadarkah kita ada hal-hal yang tidak pernah bisa kita lupakan dari rumah kita yang dulu??? Meskipun sekarang kita telah tinggal di rumah yang jauh lebih baik.

Kita selalu punya alasan untuk bilang bahwa kita rindu akan suasana rumah kita yang dulu, entah rindu dengan pernak-pernik kuno nya ataukah dengan suasana hangat di dalamnya meski rumah kita terbilang tak bagus-bagus amat.

Disanalah awal mula kita belajar tentang hidup dan tentang bagaimana menjalani hidup. Nasehat orang tua, petuah-petuah ajaib sang kakek dan nenek serta perilaku usil kakak-kakak kita, hehehe… semua itu selalu ngangenin. Nah bener, mulai kangen kan??

Masih ingatkah kita lokasi favorit di rumah kita yang dulu??? Tempat mengubur potongan-potongan kuku kita??? Dinding yang selalu bercorak oleh ulah tangan kreatif kita??? Atau bahkan tempat rahasia dimana ibu selalu menyimpan uang-uang recehnya??? Hehehe… pasti langsung kangen rumah yang dulu kan??? Kalo iya berarti sama, hahaha….

Apapun itu nyatanya banyak orang yang masih merawat rumah lamanya meskipun kondisinya tak layak huni, entah hanya karena ingin menjaganya tetap kokok dan bersih atau hanya ingin sekedar melepas rindu saat penat melanda, padahal bisa saja rumah tersebut dijual dan dibelikan rumah baru yang lebih bagus. Nyatanya kenangan-kenangan bahagia yang melekat pada rumah yang lama seringkali mampu menyuguhkan suasana bahagia saat dulu.

Kawan, rumah kita adalah sekolah yang sebenarnya, tak hanya tempat menimba ilmu dunia tapi disana kita juga diajarkan mengenal siapa Tuhan kita dan bagaimana mematuhi aturan-Nya dan bagaimana menjauhi semua larangan-Nya. Kita juga diajarkan bagaimana menghargai sesama serta bagaimana mengerti keadaan, entah keadaan hati orang lain ataukah keadaan di sekitar kita.

Dari rumah yang dulu juga kita belajar bersyukur, mensyukuri karunia yang telah Allah curahkan kepada kita, mensyukuri keadaan dan tempat tinggal kita yang lebih baik saat ini.

Mungkin bila teman-teman punya cerita tentang rumah lamanya bisa dibagikan dibawah ini, biar kita sama-sama nostalgia, menguak bahagia yang mungkin telah mengendap terlalu lama. (pp)

Advertisements