Ahad, 29 Maret 2015

Masih seperti agenda-agenda sebelumnya, selain agenda jalan sehat bersama kami biasanya punya agenda rekreasi bersama seperti agenda rekreasi sebelumnya ketika kami memilih lokasi Pulau Segajah dan Pantai Beras Basah kali ini kami masih menyasar area laut dan pantai dan pilihan kami jatuh pada Pantai Teluk Lombok, sebuah hamparan pantai pasir putih yang terletak di kawasan wilayah Sangatta.

Memulai start agak siang (pukul 08.00 wita) kami menyusuri jalan menuju lokasi dengan mengendarai sepeda motor, entah karena tak ingin sampai terlalu siang atau karena jalan beraspal yang mulus (disbanding jalan Bontang – Samarinda) kami menyusuri jalan menuju lokasi dengan kecepatan tinggi, hehehe… lumayan buat memacu adrenalin.

Satu setengah jam berlalu setelah menempuh jalan beraspal yang mulus dan jalan tanah yang penuh dengan hamparan kerikil sampailah kami di lokasi Pantai Teluk Lombok. Hamparan pasir putih dan hembusan angin laut yang segar sukses membuat kami berdecak kagum, meski sebelumnya kami harus menembus pekatnya debu jalanan dan lintasan jalan bertabur kerikil.

Entah apa alasanya jalanan menuju lokasi pantai cantik ini tak jua di aspal atau di cor agar memudahkan pengunjung mengakses pantai eksotis ini. Sekedar informasi untuk memasuki kawasan pantai ini anda harus membayar biaya retribusi sebesar Rp. 5.000,- bila anda menuju lokasi dengan mengendarai sepeda motor namun jika anda mengendarai mobil maka anda harus membayar Rp. 20.000,- untuk bisa masuk ke kawasan pantai Teluk Lombok.

Sesampainya di lokasi kami mencari tempat yang teduh untuk beristirahat sejenak, selanjutnya kami bermain sepakbola ria di atas pasir putih pantai itu dan medan yang tak biasa itu membuat kami sungguh bahagia meski akhirnya harus mengakhiri permain itu lebih awal karena jujur bermain sepakbola diatas pasir pantai sungguh menguras tenaga belum lagi paparan sinar matahari yang terik membuat kami mudah dehidrasi.

Lalu kami memutuskan untuk bermain Banana Boat, sekedar info untuk bisa menikmati permainan ini anda harus membayar Rp. 25.000,- per orang dan Banana Boat yang kami pakai lumayan panjang sehingga mampu memuat tujuh orang sekaligus. Seru , meski kami harus terjatuh berulang kali.

Lelah bermain kami beristirahat sejenak untuk melepas dahaga, setelah itu kami mandi dang anti pakaian lalu lanjut makan siang bersama. Untuk mandi anda harus membayar air bersih sebesar Rp. 5.000,- per ember nya.

Selesai makan siang bersama kami bergegas menuju Musholla yang terletak tak jauh dari lokasi kami bermain tadi kebetulan sudah masuk waktu sholat Dzuhur, di Musholla tersebut terdapat air sumur (gratis) untuk berwudhu dan disediakan pula WC (gratis) bagi pengunjung.

Lepas sholat Dhuzur berjamaah kami bersiap-siap untuk pulang, panas terik matahari menemani perjalanan kami menuju rumah kami masing-masing, meski demikian rasa bahagia itu mampu meredam cuaca panas siang itu meski kami harus kembali menembus debu jalanan dan kerikil tajam di sepanjang perjalanan dari pantai menuju jalan utama Sangatta – Bontang.

Alhamdulillah, semoga agenda kami selanjutnya bisa terus bergulir dan semoga dari agenda-agenda kami tersebut kami bisa meraih sehat jiwa dan raga.

Sampai jumpa di agenda kami selanjutnya, salam sehat lahir dan bathin. (pp)

Advertisements